Label

Minggu, 07 April 2013

Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) BANDA ACEH 28 Mei - 1 Juni 2013



Basic Trauma & Cardiac Life Support
CHSM FK UNSYIAH BANDA ACEH
28 Mei -1 Juni 2013


A.    LATAR BELAKANG
Angka kematian di Indonesia semakin meningkat. Ini ditunjukkan dengan pemberitaan di media elektronik maupun cetak yang sering kali menampilkan berita kecelakaan. Kenapa ini bisa terjadi, salah satunya karena masyarakat Indonesia tidak tahu cara menolong korban yang baik. Oleh karena itu Centre For Health Service Management (CHSM) Fakultas Kedokteran Unsyiah bekerja sama dengan Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta yang merupakan organisasi dibawah Ikatan Ahli Bedah Indonesia ingin membentuk masyarakat yang aman baik sehari-hari maupun bencana. Yang kami bentuk tidak hanya tenaga kesehatan tetapi masyarakat umum dan khusus. Program ini sudah diformulakan dalam bentuk Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) untuk perawat, bidan dan mahasiswa akademi keperawatan/kebidanan.
Untuk menyempurnakan pelatihan ini bagi peserta yang lulus akan diberikan sertifikat yang diketahui oleh IKABI dan terakreditasi oleh PPNI Pusat. Dengan memperoleh ini peserta dapat memperoleh keuntungan, diantaranya Tenaga Kesehatan Haji Indonesia, dapat bekerja di Unit Gawat Darurat dan paramedis di pertambangan.

B.     PERMASALAHAN
1.     Penanganan pasien gawat darurat (kasus-kasus NeurologiPediatric, trauma dan jantung) yang kurang optimal
2.    Penentuan triage oleh petugas bagi korban bencana dan korban massal belum sepenuhnya dipahami dengan baik
3.    Penentuan Prioritas penangana dan rujukan korban gawat darurat, bencana/korban massal ke RS yang tepat
4.   Bencana dan korban massal masih belum terkoordinasi dan terorganisasi dengan baik (masih sendiri-sendiri) sehingga Manajemen Support dan Medical Support tidak dapat berfungsi dengan optimal
5.    Program Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Korban Massal bagi tenaga Medis di Rumah Sakit dan Pra Rumah Sakit belum terprogram secara periodic/berkala, sehingga penanggulangan korban bencana dan korban massal kurang terorganisasi dengan optimal.

C.    TUJUAN PELATIHAN
1.     Meningkatkan kemampuan serta response petugas dalam mengelola manajemen penanggulangan korban gawat darurat, bencana dan korban massal.
2.    Pelatihan dasar dan bersama mengenai penanggulangan korban gawat darurat, bencana dan korban massal.
3.    Mengurangi angka kematian dan kecacatan.

D.    MATERI PELATIHAN
  1. Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu
  2. Bantuan hidup dasar
  3. Penilaian awal dan resusitasi penderita trauma
  4. Airway dan breathing
  5. Trauma thoraks
  6. Trauma abdoment
  7. Shock management
  8. Trauma kepala
  9. Biomekanik trauma
  10. Luka dan fraktur
  11. Ekstrikasi, stabilisasi, dan transportasi (MEDEVAC)
  12. Luka bakar
  13. Triage skenario
  14. Keracunan/intoksikasi
  15. Pengenalan EKG
  16. Pengenalan dan penanganan gawat darurat jantung

E.     METODE PELATIHAN
a.      Kuliah dengan media pengajaran dengan Laptop dan LCD Projector
b.      Praktek Skill Sation :
-          Resusitasi Jantung Paru (RJP)
-          Airway Management
-          Head and Neck Assessment
-          Stabilisasi Spinal Cord Injuri
-          Initial Assessment
-          Membaca EKG
-          DC Shock
c.       Diksusi Triage Skenario
d.      Pre test dan Post test tulis
e.      Ujian Praktek Pasien dan RJP

F.     LAMA PELATIHAN
Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari berturut turut mulai jam 08.00 – 17.00 WIB

G.    JUMLAH PESERTA
1 Kelas jumlah peserta minimal 30 orang dan maksimal 36 orang.

H.    KRITERIA PESERTA
  • Perawat
  • Bidan
  • Mahasiswa Akademi Keperawatan/Kebidanan
  • Tidak Hamil

I.       WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 1 Juni 2013 di Gedung Centre for Health Service Management (CHSM) Fakultas Kedokteran Unsyiah, Darussalam Banda Aceh.
J.      TATA CARA PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran Rp. 3.500.000,- Dapat ditransfer ke No. Rekening: 0242600558  a.n MOHAMED HEIKAL  atau diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia BTCLS (Gd. CHSM FK Unsyiah).  Batas akhir pembayaran tanggal 2 Mei 2013.
a.      Fotocopy Ijazah,
b.      Pas Photo warna ukuran 3x4 dan 4x6 latar merah masing-masing 2 dan 4 lembar.
c.       Mengisi Formulir pendaftaran.


Minggu, 03 Maret 2013

Senin, 04 Februari 2013

ADVANCE CARDIAC LIFE SUPPORT (ACLS) Banda Aceh 24-26 Mei 2013


TERM OF REFERENCE (TOR)


I.              PENDAHULUAN
Kematian mendadak paling banyak disebabkan oleh jantung sehingga disebut Kematian Jantung Mendadak. Hal ini terjadi berkaitan dengan penyakit jantung koroner, gangguan pada irama jantung dan yang paling sering yaitu fibrilasi ventrikel (75-80% kasus), sedangkan bradiaritmia hanya sekitar 5-10 %. Insiden kematian jantung mendadak dilaporkan 0,36 sampai 1,28 per 1000 penduduk di negara Barat per tahun. Penelitian-penelitian ini hanya mencatat penderita yang mengalami kematian jantung mendadak yang dilakukan resusitasi oleh petugas emergensi, atau diketahui oleh masyarakat sekitar. Namun sebenarnya kasus ini sangat sering terjadi di masyarakat tanpa pernah dilaporkan.

Advance Cardiac Life Support merupakan suatu pelatihan yang ditujukan bagi dokter umum merupakan suatu pelatihan dalam upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia khususnya dokter umum dan spesialis dalam penanganan kondisi gawat jantung dan penyamaan persepsi dari profesi dokter di luar bidang kardiovaskuler.
  

II.           TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan Advance Cardiac Life Support peserta akan mampu:
1.      Memahami mekanisme kegawat daruratan yang mengancam jiwa akibat kelainan pada jantung
2.      Memberikan pertolongan dasar untuk menyelamatkan korban dari ancaman kematian dan kecacatan dalam kondisi sulit dan keterbatasan sarana kesehatan
3.      Memberikan pertolongan tingkat lanjut untuk menyelamatkan korban dari ancama kematian dan kecacatan
4.      Menggunakan sarana yang lebih lengkap/ canggih jika tersedia


III.        TATA LAKSANA PELATIHAN
1.      Satu angkatan harus terdiri antara   32 -35 orang
2.      Waktu penyelenggaraan 3 (tiga) hari penuh selama 8 jam per hari (tidak termasuk waktu istirahat, makan, dan shalat)
3.      Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 24 – 26 Mei 2013
4.      Peserta harus mengikuti penuh semua acara tanpa kecuali untuk dapat menguikuti post test
5.      Kepada peserta yang lulus post test akan mendapatkan sertifikat



IV.         INSTRUKTUR
Instruktur untuk kegiatan Advance Cardiac Life Support berasal dari PERKI (Perhimpunan Dokter Cardiovaskuler Indonesia) yang untuk setiap kelasnya terdiri dari:
-          3 Orang Dokter Spesialis Jantung
-          1 Orang Dokter Spesialis Anestesi
-          1 Orang Perawat/ Teknisi Alat

V.            FASILITAS PESERTA
Setiap peserta yang akan mengikuti kursus Advance Cardiac Life Support akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut:
1.      Buku Panduan Advance Cardiac Life Support
2.      Pocket Mask
3.      Sertifikat
4.      Pin
5.      Tas

VI.         KEPANITIAAN
Organizing Committee
1.      Centre for Health Service Management FK Unsyiah
2.      Perki Cabang Banda Aceh
                                                                                                                                   
Course Division
1.      Team Advance Cardiac Life Support PERKI house Jakarta

VII.      PEMBIAYAAN PESERTA
1.      Peserta dibebani biaya sebesar Rp. 3.750.000 (Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
2.      Biaya ini sudah meliputi fasilitas tersebut diatas


VIII.        CONTACT PESON DAN PENDAFTARAN
Untuk pendaftaran dan informasi dapat menghubungi :
-          CHSM Fakultas Kedokteran Unsyiah ; Jln. Tgk. Tanoh Abee Komp. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Telp. 7555679, Fax.7555678
-          Contact Person :
1.      Dr. Mohammed Haekal : 0812 6901 360
2.      Dr. Andrie Gunawan : 08126906132
3.      Riska : 0852 6094 6936

Sabtu, 02 Februari 2013

ATJEH STROKE CONFERENCE Sabtu, 9 Maret 2013 Hermes Palace Hotel Banda Aceh




Kata Pengantar
Stroke adalah sidroma yang terjadi mendadak dan dapat berakhir dengan kecatatan dan kematian. Saat ini stroke menduduki peringkat pertama penyebab kematian di Indonesia. Stroke juga merupakan penyakit penyebab kematian nomor tiga di dunia. Di Indonesia, insiden stroke terus meningkat setiap tahunnya, karena adanya perubahan gaya hidup. Sedangkan di Aceh, insiden stroke cukup tinggi dibandingkan daerah lainnya di Indonesia, dan di RSUDZA sendiri pasien rawat inap stroke merupaan pasien terbanyak kedua. Selain itu stroke kini juga semakin sering menyerang usia-usia produktif, sehingga penegakan diagnosis serta penanganan awal stroke yang cepat dan tepat sangat dibutuhkan para klinisi sebagai ujung tombak penentuan prognosis para penderita stroke.
Untuk itu PERDOSSI Cabang Banda Aceh bekerjasama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala dan RSUD Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh mengadakan “Atjeh Stroke Conference” yang akan membahas manajemen terkini Stroke, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kemampuan para dokter dalam menurunkan angka morbiditas, mortalitas dan meminimalkan komplikasi stroke.
Demikian prakata dari kami, sampai ketemu di acara Simposium
Terima Kasih

DR. dr. Endang Mutiawati, Sp.S
Ketua Panitia

Pelaksanaan Acara :
Hari/Tanggal               : Sabtu, 9 Maret 2013
Pukul                           : 08.00 – Selesai
Tempat                        : Hermes Palace Hotel Banda Aceh

AKREDITASI IDI


Jadwal Acara
Sesi I :
1.      Plasmin as an Anti Trombotic Therapy in Cerebrovascular Event
Prof. Dr. Yusuf Misbach, Sp.S (K), FAAN
2.      High Dose Citicholine administration in Acute Stroke
Dr. Syahrul, Sp.S (K)
3.       Hypertension management in acute stroke
Prof. DR. Dr. Amiruddin Aliah, Sp.S (K)

Sesi 2
1.      Stroke Registry
Dr. Akbar, Sp.S (K), Ph.D
2.      Antiplatelet in Ischemic Stroke Treatment and Prevention
Prof. DR. Dr. Rusdi Lamsuddin, Sp.S (K), M.Med.Sc
3.      Neurorestoration for Stroke
DR. dr. Siti Airiza Ahmad, Sp.S (K)

Sesi 3
1.      Dementia and Parkinson in Stroke
Dr. Thamrin Sjamsuddin, Sp.S (K)
2.      Seizure in Stroke
Dr. Endang Kustiowati, Sp.S (K), M.Si.Med


Alamat Pendaftaran
BAGIAN/SMF NEUROLOGI FK UNSYIAH RSUD Dr. ZAINOEL ABIDIN
Jln. Tgk. Daud Beureueh No. 108

Contact person :        Dina (0823 6141 8853)
                                    Reza (0823 7090 2999)

Pembayaran :
No. Rekening Bank :    Bank BRI KCP Lampriet Banda Aceh
                                    Acc. 1052-01-000488-53-9
                                    a/n. PERDOSSI CABANG BANDA ACEH

Biaya Pendaftaran

Kategori
Sebelum 1 Maret 2013
Setelah 1 Maret 2013
Dokter Umum
Rp. 300.000
Rp. 350.000
Dokter Spesialis
Rp. 500.000
Rp. 600.000
Susunan Panitia

Pelindung        : Direktur RSUDZA Dr. Zainoel Abidin
                          Dekan FK Universitas Syiah Kuala

Ketua                           : DR. Dr. Endang Mutiawati, Sp.S
Wakil Ketua                 : DR. Dr. Imran, Sp.S, M.Kes
Sekretaris                    : Dr. Farida, Sp.S
Wakil Sekretaris          : Dr. Syahroni, Sp.S
Bendahara                  : Dr. Dessy R. Emril, Sp.S
Wakil Bendahara        : Dr. Nur Astini, Sp.S

Sabtu, 26 Januari 2013

Final Announcement PIT IV PDUI 29-31 Maret 2013

Final Announcement Pertemuan Ilmiah Tahunan  IV 


Perhimpunan Dokter Umum Indonesia  
29-31 Maret 2013
 Hotel The Ritz Carlton, Pacific Place, SCBD, Jl. Jend. Sudirman, Jakarta Selatan















Form Registrasi dibawah ini :


Brosur dalam bentuk PDF dapat di download di : Final Announcement PIT IV PDUI

PENDERITA HEPATITIS B DAN C DI INDONESIA MENCAPAI 25 JUTA




Jakarta, IDI NEWS
Penderita Hepatitis B dan C di Indonesia mencapai 25 juta orang. Di dunia, penyakit ini menyebabkan 1,5 juta orang meninggal setiap tahunnya. Menurut kementerian kesehatan, penularan tertinggi virus hepatitis B dan C berasal dari ibu ke bayi, dan tenaga kesehatan merupakan profesi paling rentan tertular virus tersebut.
“Ibu hamil dalam penyebaran virus hepatitis B dan C adalah sebagai vertical transmission prevention, karena penularan tertinggi terjadi dari ibu ke bayi” kata Direktur Pengendalian Penyakit Menular Langsung Kemenkes, Mohammad Subuh dalam media briefring dengan tema “Masalah Hepatitis Sudah di Depan Mata” di Jakarta.

Guna mengantisipasi dan mengeliminir penularan transmisi virus ini, pihaknya tengah menyiapkan skema agar pencegahan penularan hepatitis B dan C, dari ibu ke anak masuk dalam program KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) dengan mengintegrasikannya dalam antenatal care atau pemeriksaan kehamilan.

Pada balita, lanjutnya sejak tahun 1997 pemerintah telah memasukkan imunisasi hepatitis B sebagai program imunisasi nasional. Sedangkan untuk hepatitis C, hingga saat ini para peneliti dunia belum menemukan obatnya. “Hepatitis C ini yang menjadi masalah, meski jumlahnya lebih sedikit dari hepatitis B, namun hepatitis C sama-sama berbahaya karena tidak saja dapat berkembang kronis, tetapi juga dapat menimbulkan kematian,” Ujarnya.


Sedangkan pada profesi, tenaga kesehatan dinilainya yang paling rentan, karena terpapar langsung factor resikonya. Kementerian kesehatan pada tahun 2013 merencanakan untuk melakukan 5000 sampel dari tenaga kesehatan untuk melihat. Sampai saat ini saja, Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) belum mengcover obat hepatitis, dan kemungkinan tahun 2013 ini skemanya baru dimasukkan seberapa besar presentase penyakit tersebut terjadi.

Sementara itu, Dr. Rino Alvani Gani, SpPD, KGEH dari Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) menyatakan mahalnya biaya terapi dan obat yang harus dikeluarkan penderita menjadi persoalan serius untuk mencegah penyakit ini pada fase kronis.

“Untuk menjalani terapi dan pengobatan pasien harus mengeluarkan uang sampai ratusan juta rupiah” katanya.

Penyakit hepatitis ini di Indonesia sudah seperti gunung es. Salah satu factor disebabkan karena penyakit ini tidak menimbulkan gejala dan keluhan yang spesifik (khusus), sehingga banyak penderita yang tidak menyadarinya.” 80 Persen pasien hepatitis C dan B tidak menimbulkan gejala dan keluhan sampai terjadinya keluhan di hati”.


Hepatitis B dan C

Kamis, 10 Januari 2013

Seminar EYE EMERGENCY (Improving Management of Ophtalmology Emergency in Primary, Secondary, And Tertiary Health Facilities)


EYE EMERGENCY
(Improving Management of Ophtalmology Emergency in Primary, Secondary, And Tertiary Health Facilities)


Kata Sambutan
Kasus kegawat daruratan pada mata merupakan kasus yang cukup banyak dijumpai, baik di daerah perkotaan maupun pedesaan. Kasus-kasus tersebut dirasakan cukup serius, karena tidak hanya dapat menyebabkan kebutaan pada penderita, namun juga sebagai tanda awal adanya suatu kelainan sistemik bahkan kelainan yang mengancam jiwa. Oleh sebab itu, diperlukan penatalaksanaan yang cepat dan tepat agar didapatkan penyembuhan yang sempurna atau penyembuhan dengan kelainan yang minimal.
Meningkatnya kasus-kasus kegawat daruratan pada mata baik diperkotaan maupun di pedesaan menyebabkan perlunya upaya peningkatan pengetahuan medis dan paramedic tentang pengenalan kasus tersebut dan pelaksanaannya. Hal ini dirasakan sangat penting, khususnya bagi tenaga kesehatan yang berada di daerah (puskesmas), mengingat tidak terdapatnya dokter ahli mata dan fasilitas yang memadai di tempat tersebut untuk penegakan diagnosis dan pengobatan. Oleh sebab itu, Perdami cabang Provinsi Aceh mengundang teman-teman sejawat untuk hadir dalam seminar dengan tema kegawat daruratan pada mata, untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan, sehingga semakin dapat memberikan pelayanan yang optimal bagi masyarakat Aceh dan Sekitarnya.

Susunan Acara
Pukul                                     Acara
08.00 – 09.00                      Registrasi
09.00 – 09.45                      Opening Ceremony
09.45 – 10.45                      Sesi I :
                                                09.45 – 10.05
                                                Trauma Tembus Okuli
                                                Dr. Amir Sidik, SpM (FK UI, RSCM Jakarta)
                                                10.05 – 10.25
                                                Acute Glaucoma
                                                Dr. Niska Alfisyahrin, SpM (RS Meuraxa, Banda Aceh)
                                                10.25 – 10.45
                                                Eye Emergency in Daily Clinical Practice
                                                Dr. Saiful Basri, SpM (FK Unsyiah, RSUDZA Banda Aceh)
                                                10.45 – 11.00
                                                Diskusi
11.00 – 11.30                      Coffe Break
11.30 – 12.30                      Sesi II
                                                11.30 – 11.50
                                                Neuroopthalmology Rules to keep you out of Trouble
                                                Dr. Lia Meuthia Zaini, SpM (FK Unsyiah, RSUDZA)
                                                11.50 – 12.10
                                                Gangguan Neurologis yang sering member gejala gangguan penglihatan
                                                Dr. Dessy Rakhmawati Emril, SpS (FK Unsyiah, RSUDZA)
                                                12.10 – 12.45
                                                Deteksi Dini Retinoblastoma
                                                Dr. Aryani A Amra, M.Ked (Opht), SpM (FK USU, RS H Adam Malik, Medan)
                                                12.30 – 12.45
                                                Diskusi
12.45 – 14.00                      ISHOMA
14.00 – 15.15                      Sesi III
                                                14.00 – 14.20
                                                Kasus Kegawat Daruratan Vitreo – Retina
                                                Dr. Heri Purwoko, SpM (Sumatera Eye Center, Medan)
                                                14.20 – 14.40
                                                Penyakit Sistemik yang berhubungan dengan kasus kegawat daruratan pada retina
                                                Dr. M. Riswan, SpPD FINASIM (FK Unsyiah, RSUDZA)
                                                14.40 – 15.00
                                                Tata Laksana trauma Kimia pada mata
                                                Dr. Bondan Harmani, Sp.M (K), (FK UI, RSCM Jakarta)
                                                15.00 – 15.15
                                                Diskusi
15.15 – 15.30                      Quiz
15.30 – Selesai                   Penutupan dan Door Prize

Registrasi
Seminar
Waktu                                   : Minggu, 3 Februari 2013
Jam                                        : 08.00 – 16.00
Tempat                                : Hermes Palace Hotel, Banda Aceh
Biaya                                     : - Dokter Umum, Paramedis      : Rp. 250.000
-          Dokter Muda                             : Rp. 200.000
-          Spesialis Mata                           : Rp. 350.000

Sekretariat :
Sekretariat Bagian/SMF Mata RSUDZA
Jl. T. Daud Beureueh No. 108
Telp. (0651) 34562, 34563
Ext ; 248
Fax : (0651) 34566
Hp : 085277956448, 081377212743
Pendaftaran & Pembayaran
-          Sekretariat Mata
-          Transfer Bank : Rekening BNI 0267719420 a/n Lia Meuthia Zaini
       

Brosur dapat di Download di : brosur Eye Emergency Aceh