Label

Sabtu, 21 September 2013

SYMPOSIUM COLORECTAL UPDATE 4-5 OKTOBER 2013



SYMPOSIUM COLORECTAL UPDATE  4-5 OKTOBER 2013 DALAM RANGKA MUKTAMAR  NASIONAL DAN PERTEMUAN ILMIAH TAHUNAN PERSATUAN DOKTER BEDAH ANAK INDONESIA (PERBANI) XXI
Hermes Palace Hotel, Banda Aceh

Total SKP IDI : 52 untuk Peserta Symposium 10 SKP

Biaya Pendaftaran :
Dokter Umum                   : Rp. 600.000
Spesialist                           : Rp. 2.000.000
Spesialis Bedah Anak        : Rp. 3.500.000
Residen                             : Rp. 900.000
Mahasiswa Kedokteran     : Rp. 300.000
               
Contact Person :
Dr. Dian Adi Syahputra, SpBA  : 08122137159
Ferdi : 08126911760
Lela : 085362703274
Agus : 085228222566

brosur bisa di download di : Brosur Perbani 2013

Jumat, 26 Juli 2013

PENGGUNAAN ANTIBIOTIK YANG RASIONAL


Pendahuluan
Antibiotik.  Kata ini mungkin paling sering kita dengar, apalagi bagi mereka-mereka yang sakit atau sering mengunjugi pusat pelayanan kesehatan. Fenomena saat ini yang berkembang di masyarakat awam, antibiotic adalah obat yang wajib ada setiap mereka sakit. Makanya tidak heran pertanyaan “antibiotiknya ada diresepkan dok?” terkadang menjadi hal yang lumrah di dengar di pusat-pusat pelayanan kesehatan primer. Padahal tidak semua penyakit membutuhkan antibiotic.

Penggunaan antibiotic yang benar
Antibiotic hanya dapat digunakan untuk mengobati penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri dan tidak bermanfaat untuk mengobati penyakit akibat virus seperti flu ataupun batuk yang disebabkan karena alergi atau virus. Namun dalam praktek kesehariannya terkadang sering pasien meminta sendiri ke dokter untuk diberikan antibiotic agar cepat sembuh. Padahal penggunaannya harus diberikan berdasarkan penilaian oleh dokter. Dalam penggunaan antibiotic ini ada beberapa hal yang harus diperhatikan :

1.       Dosis dan lama penggunaan
Untuk kita ketahui bersama penggunaan jenis antibiotic berserta dosisnya tidaklah sama antara satu jenis dengan jenis lain antibiotic. Kemudian satu jenis antibiotic dosisnya juga tidak sama antara orang dewasa dan anak-anak, dimana kalau orang dewasa kita biasa menggunakan dosis umum (general dosis) sedangkan untuk anak-anak kita sesuaikan dengan berat badannya. Jadi diantara anak-anakpun tidak sama dosisnya.
Kemudian lama penggunaan juga harus diperhatikan. Biasanya untuk suatu penyakit yang diduga infeksi dan diberikan antibiotic dengan daya kerja luas (spectrum lebar). Mungkin kita pernah mendapatkan nasehat seorang dokter seperti ini : “ ini obatnya saya berikan 3 kali sehari satu tablet, dan tolong dihabiskan” atau untuk anak-anak sering dokter berkata : “ ini antibiotiknya saya kasih sirup satu botol sehari 3 kali satu sendok teh dan tolong obatnya dihabiskan ya”. Saya rasa yang pernah berobat ke dokter pasti sering mendapat nasehat seperti itu.
Nah anda jangan salah sangka dulu. Nasehat itu ga ada niat dokter mau pasiennya kenyang dengan obat sampai harus dihabiskan segala padahal pasien sudah merasa sudah sehat. Yang harus kita ketahui bersama adalah, antibiotic dan infeksi yang disebabkan oleh bakteri adalah suatu mekanisme perang antara yang baik dan yang jahat. Bakteri adalah  makhluk yang dapat menggandakan diri dan memperbanyak diri di dalam tubuh kita. Konsep kita sakit disebabkan karena daya tahan tubuh yang kita punyai sudah tidak mampu lagi menangkal serangan bakteri yang masuk ke tubuh kita. Nah ketika kita sakit dan diberikan antibiotic maka  disini terjadilah perang antara antibiotic dan bakteri tersebut.
Dengan jumlah bakteri yang banyak dan pemberian antibiotic, sedikit demi sedikit bakteri akan diperangi dan makin berkurang. Ketika jumlah bakteri sudah berkurang dan tidak mencapai ambang yang membuat kita sakit maka secara gejala kita akan merasa sehat. Padahal nyatanya bakteri belum habis dan karena kita sudah merasa sehat sering kita hentikan penggunaannya. Nah disinilah akan terjadi mekanisme dari bakteri yang akan kembali berkembang dan akan timbul mekanisme pertahanan diri bakteri terhadap antibiotic sehingga akan bermunculanlah bakteri-bakteri yang resisten antibiotic. Makanya nasehat suruh dihabiskan tujuannya adalah untuk membasmi kuman secara tuntas.

2.      Antibiotik jangan disimpan untuk penyakit lain
Kok jangan disimpan ? artinya setiap sakit harus beli antibiotic lagi. Nah, untuk diketahui bersama, yang namanya obat ada masa waktu pemakaiaannya. Jika sudah lewat dari itu maka khasiatnya akan berkurang dan malah bisa menjadi racun bagi tubuh. Selain itu tidak semua penyakit yang disebabkan oleh bakteri cocok dengan antibiotic yang sama karena masing-masing bakteri ada sifatnya dan antibiotic yang cocok juga berbeda-beda. Oleh karena itu pemakaian antibiotic harus sesuai dengan penilaian dokter. Hati-hati dalam menggunakan antibiotic sendiri dan sembarangan karena bisa saja kuman yang menginfeksi tidak sesuai dengan antibiotic yang kita minum.

3.      Antibiotik jangan di pakai bersama dengan orang lain
Walaupun dengan gejala penyakit yang sama, antibiotic tidak boleh pakai kongsi atau bersama dengan orang lain. Karena dosis yang diharapkan bisa tidak tercapai karena tidak cukupnya obat yang diminum. Selain itu respon tubuh masing-masing orang terhadap antibiotic juga berbeda-beda.

4.      Antibiotik bisa menyebabkan alergi
Nah ini yang penting sekali diingat dan harus benar-benar diperhatikan. Bagi pasien atau orang-orang yang mempunyai riwayat alergi makanan dan sebagainya harus memberitahukan dokter terhadap alerginya tersebut. Karena ada jenis-jenis antibiotic tertentu yang bisa menyebabkan alergi. Walaupun selama ini kasus alergi antibiotic yang diminum jarang terjadi. Tapi tidak ada salahnya kita mencegah sebelum terjadi.

Bagi mereka yang sakit dan di opname terkadang ada diberikan antibitoik suntikan. Sebelum disuntik ke dalam pembuluh darah ataupun infuse biasanya di tes sedikit dibawah kulit dan di amati selama 5-10 menit apakah ada menimbulkan merah dan gatal. Tindakan ini kita sebut dengan skin test (test kulit) bukan untuk nyiksa pasien tapi tujuannya untuk menilai ada alergi atau tidak. Karena kalau obat sudah masuk ke dalam darah tidak bisa ditarik lagi dan jika timbul alergi pasien bisa mengalami Syok dan juga bisa mengakibatkan kematian.

Jadi ada baiknya sebelum menggunakan antibiotic anda berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter anda.

Resistensi Antibiotik
Resistensi antibiotic bagi masyarakat mungkin baru didengar. Tapi bagi praktisi kesehatan ini menjadi ancaman global yang sangat mengkhawatirkan. Resistensi antibiotic adalah kuman dapat menjadi resisten terhadap suatu antibiotic melalui tiga mekanisme yaitu obat tidak dapat mencapai tempat kerjanya di sel mikroba, inaktivasi obat dan mikroba mengubah tempat ikatan antibiotic.

Menurut National Institute of Allergy and Infectious Disease (2011), penyebab terjadinya resistensi antibiotic adalah mutasi genetic dan transfer genetika mikroba, sehingga menjadi lebih kebal terhadap antibiotic; penggunaan antibiotic yang tidak sesuai dengan jangka terapi yang dianjurkan yaitu kurang dari lima hari; diagnosis yang kurang tepat sehingga antibiotic yang diberikan kurang tepat; meningkatnya penggunaan antibitik dirumah sakit dan kecenderungan antibiotic dibeli bebas atau tanpa resep dokter.
Resistensi antibiotic menyebabkan infeksi yang sering menjadi sulit untuk diobati dan dapat membahayakan nyawa serta pasien yang terinfeksi memerlukan terapi yang Resistensi antibiotic menyebabkan infeksi yang sering menjadi sulit untuk diobati dan dapat membahayakan nyawa serta pasien yang terinfeksi memerlukan terapi yang lebih lama dan lebih mahal. Sudah banyak ditemukan beberapa kuman yang resisten atau kebal terhadap antibiotic diseluruh dunia.

Di Malaysia, resistensi antibiotic semakin menjadi masalah besar. Sebagai contoh, dari tahun 2007 hingga 2008, terdapat peningkatan dari 2,161 kasus bakteremia (adanya bakteri dalam darah) menjadi 2,389 kasus disebabkan Staphylococcus aureus. Bakteri multi – resistant yang lain termasuk Klebsiella pneumonia, Escherica coli, Enterococcus dan Acentobacter. Malaysia telah mengeluarkan National Antibiotic Guideline yang menyatakan aturan-aturan yang harus diikuti oleh rumah sakit dalam usaha menurunkan antibiotic.


Mari kita perangi Mikroba dengan menggunakan antibiotic dengan benar dan rasional.


Regards

dr. Andrie Gunawan

Minggu, 07 April 2013

Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) BANDA ACEH 28 Mei - 1 Juni 2013



Basic Trauma & Cardiac Life Support
CHSM FK UNSYIAH BANDA ACEH
28 Mei -1 Juni 2013


A.    LATAR BELAKANG
Angka kematian di Indonesia semakin meningkat. Ini ditunjukkan dengan pemberitaan di media elektronik maupun cetak yang sering kali menampilkan berita kecelakaan. Kenapa ini bisa terjadi, salah satunya karena masyarakat Indonesia tidak tahu cara menolong korban yang baik. Oleh karena itu Centre For Health Service Management (CHSM) Fakultas Kedokteran Unsyiah bekerja sama dengan Yayasan Ambulans Gawat Darurat 118 Jakarta yang merupakan organisasi dibawah Ikatan Ahli Bedah Indonesia ingin membentuk masyarakat yang aman baik sehari-hari maupun bencana. Yang kami bentuk tidak hanya tenaga kesehatan tetapi masyarakat umum dan khusus. Program ini sudah diformulakan dalam bentuk Pelatihan Basic Trauma & Cardiac Life Support (BTCLS) untuk perawat, bidan dan mahasiswa akademi keperawatan/kebidanan.
Untuk menyempurnakan pelatihan ini bagi peserta yang lulus akan diberikan sertifikat yang diketahui oleh IKABI dan terakreditasi oleh PPNI Pusat. Dengan memperoleh ini peserta dapat memperoleh keuntungan, diantaranya Tenaga Kesehatan Haji Indonesia, dapat bekerja di Unit Gawat Darurat dan paramedis di pertambangan.

B.     PERMASALAHAN
1.     Penanganan pasien gawat darurat (kasus-kasus NeurologiPediatric, trauma dan jantung) yang kurang optimal
2.    Penentuan triage oleh petugas bagi korban bencana dan korban massal belum sepenuhnya dipahami dengan baik
3.    Penentuan Prioritas penangana dan rujukan korban gawat darurat, bencana/korban massal ke RS yang tepat
4.   Bencana dan korban massal masih belum terkoordinasi dan terorganisasi dengan baik (masih sendiri-sendiri) sehingga Manajemen Support dan Medical Support tidak dapat berfungsi dengan optimal
5.    Program Pelatihan Penanggulangan Bencana dan Korban Massal bagi tenaga Medis di Rumah Sakit dan Pra Rumah Sakit belum terprogram secara periodic/berkala, sehingga penanggulangan korban bencana dan korban massal kurang terorganisasi dengan optimal.

C.    TUJUAN PELATIHAN
1.     Meningkatkan kemampuan serta response petugas dalam mengelola manajemen penanggulangan korban gawat darurat, bencana dan korban massal.
2.    Pelatihan dasar dan bersama mengenai penanggulangan korban gawat darurat, bencana dan korban massal.
3.    Mengurangi angka kematian dan kecacatan.

D.    MATERI PELATIHAN
  1. Sistem penanggulangan gawat darurat terpadu
  2. Bantuan hidup dasar
  3. Penilaian awal dan resusitasi penderita trauma
  4. Airway dan breathing
  5. Trauma thoraks
  6. Trauma abdoment
  7. Shock management
  8. Trauma kepala
  9. Biomekanik trauma
  10. Luka dan fraktur
  11. Ekstrikasi, stabilisasi, dan transportasi (MEDEVAC)
  12. Luka bakar
  13. Triage skenario
  14. Keracunan/intoksikasi
  15. Pengenalan EKG
  16. Pengenalan dan penanganan gawat darurat jantung

E.     METODE PELATIHAN
a.      Kuliah dengan media pengajaran dengan Laptop dan LCD Projector
b.      Praktek Skill Sation :
-          Resusitasi Jantung Paru (RJP)
-          Airway Management
-          Head and Neck Assessment
-          Stabilisasi Spinal Cord Injuri
-          Initial Assessment
-          Membaca EKG
-          DC Shock
c.       Diksusi Triage Skenario
d.      Pre test dan Post test tulis
e.      Ujian Praktek Pasien dan RJP

F.     LAMA PELATIHAN
Pelatihan dilaksanakan selama 5 hari berturut turut mulai jam 08.00 – 17.00 WIB

G.    JUMLAH PESERTA
1 Kelas jumlah peserta minimal 30 orang dan maksimal 36 orang.

H.    KRITERIA PESERTA
  • Perawat
  • Bidan
  • Mahasiswa Akademi Keperawatan/Kebidanan
  • Tidak Hamil

I.       WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
Pelatihan dilaksanakan pada tanggal 28 Mei – 1 Juni 2013 di Gedung Centre for Health Service Management (CHSM) Fakultas Kedokteran Unsyiah, Darussalam Banda Aceh.
J.      TATA CARA PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran Rp. 3.500.000,- Dapat ditransfer ke No. Rekening: 0242600558  a.n MOHAMED HEIKAL  atau diserahkan langsung ke Sekretariat Panitia BTCLS (Gd. CHSM FK Unsyiah).  Batas akhir pembayaran tanggal 2 Mei 2013.
a.      Fotocopy Ijazah,
b.      Pas Photo warna ukuran 3x4 dan 4x6 latar merah masing-masing 2 dan 4 lembar.
c.       Mengisi Formulir pendaftaran.


Minggu, 03 Maret 2013

Senin, 04 Februari 2013

ADVANCE CARDIAC LIFE SUPPORT (ACLS) Banda Aceh 24-26 Mei 2013


TERM OF REFERENCE (TOR)


I.              PENDAHULUAN
Kematian mendadak paling banyak disebabkan oleh jantung sehingga disebut Kematian Jantung Mendadak. Hal ini terjadi berkaitan dengan penyakit jantung koroner, gangguan pada irama jantung dan yang paling sering yaitu fibrilasi ventrikel (75-80% kasus), sedangkan bradiaritmia hanya sekitar 5-10 %. Insiden kematian jantung mendadak dilaporkan 0,36 sampai 1,28 per 1000 penduduk di negara Barat per tahun. Penelitian-penelitian ini hanya mencatat penderita yang mengalami kematian jantung mendadak yang dilakukan resusitasi oleh petugas emergensi, atau diketahui oleh masyarakat sekitar. Namun sebenarnya kasus ini sangat sering terjadi di masyarakat tanpa pernah dilaporkan.

Advance Cardiac Life Support merupakan suatu pelatihan yang ditujukan bagi dokter umum merupakan suatu pelatihan dalam upaya meningkatkan kemampuan sumber daya manusia khususnya dokter umum dan spesialis dalam penanganan kondisi gawat jantung dan penyamaan persepsi dari profesi dokter di luar bidang kardiovaskuler.
  

II.           TUJUAN PELATIHAN
Setelah mengikuti pelatihan Advance Cardiac Life Support peserta akan mampu:
1.      Memahami mekanisme kegawat daruratan yang mengancam jiwa akibat kelainan pada jantung
2.      Memberikan pertolongan dasar untuk menyelamatkan korban dari ancaman kematian dan kecacatan dalam kondisi sulit dan keterbatasan sarana kesehatan
3.      Memberikan pertolongan tingkat lanjut untuk menyelamatkan korban dari ancama kematian dan kecacatan
4.      Menggunakan sarana yang lebih lengkap/ canggih jika tersedia


III.        TATA LAKSANA PELATIHAN
1.      Satu angkatan harus terdiri antara   32 -35 orang
2.      Waktu penyelenggaraan 3 (tiga) hari penuh selama 8 jam per hari (tidak termasuk waktu istirahat, makan, dan shalat)
3.      Pelatihan akan dilaksanakan pada tanggal 24 – 26 Mei 2013
4.      Peserta harus mengikuti penuh semua acara tanpa kecuali untuk dapat menguikuti post test
5.      Kepada peserta yang lulus post test akan mendapatkan sertifikat



IV.         INSTRUKTUR
Instruktur untuk kegiatan Advance Cardiac Life Support berasal dari PERKI (Perhimpunan Dokter Cardiovaskuler Indonesia) yang untuk setiap kelasnya terdiri dari:
-          3 Orang Dokter Spesialis Jantung
-          1 Orang Dokter Spesialis Anestesi
-          1 Orang Perawat/ Teknisi Alat

V.            FASILITAS PESERTA
Setiap peserta yang akan mengikuti kursus Advance Cardiac Life Support akan mendapatkan fasilitas sebagai berikut:
1.      Buku Panduan Advance Cardiac Life Support
2.      Pocket Mask
3.      Sertifikat
4.      Pin
5.      Tas

VI.         KEPANITIAAN
Organizing Committee
1.      Centre for Health Service Management FK Unsyiah
2.      Perki Cabang Banda Aceh
                                                                                                                                   
Course Division
1.      Team Advance Cardiac Life Support PERKI house Jakarta

VII.      PEMBIAYAAN PESERTA
1.      Peserta dibebani biaya sebesar Rp. 3.750.000 (Tiga Juta Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu Rupiah)
2.      Biaya ini sudah meliputi fasilitas tersebut diatas


VIII.        CONTACT PESON DAN PENDAFTARAN
Untuk pendaftaran dan informasi dapat menghubungi :
-          CHSM Fakultas Kedokteran Unsyiah ; Jln. Tgk. Tanoh Abee Komp. Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala, Darussalam Banda Aceh. Telp. 7555679, Fax.7555678
-          Contact Person :
1.      Dr. Mohammed Haekal : 0812 6901 360
2.      Dr. Andrie Gunawan : 08126906132
3.      Riska : 0852 6094 6936